Rabu, 09 November 2016

Jagielka Harapkan Rooney Comeback ke Everton

LIVERPOOL – Pemain belakang Everton, Phil Jagielka berharap Wayne Rooney bisa kembali ke Goodison Park. Kapten The Toffees tersebut menyebutkan Rooney perlu diberikan kesempatan untuk bisa kembali menunjukkan tajinya di lapangan.
Seperti diketahui, Rooney merupakan produk asli akademi sepakbola Everton. Ia mulai menembus tim utama The Toffees pada 2002 sebelum bergabung ke Manchester United di musim 2004.
Kini seiring dengan makin berkurangnya menit bermain yang didapatkan Rooney bersama Man United. Sang pemain dikabarkan bakal hengkang dan salah satunya Everton tertarik mendapatkan jasanya.
“Ia merupakan seorang Evertonian dan saya yakin fans akan menyukainya. Ia membangun jembatan yang bisa saja hancur sekian tahun yang lalu ketika ia masih muda dan saya akan katakan Anda harus memperhatikannya,” kata Jagielka mengutip SportsMole, Minggu (30/10/2016).
“Tentu kita masih mengetahui bahwa ia adalah pemain yang fantastis. Orang mudah menghakiminya tapi itulah yang dirasakan Rooney sepanjang kariernya. Mungkin sebuah awal di suatu tempat akan membantunya atau mungkin ia butuh satu laga lagi untuk kembali menjadi pahlawan. Ini sesuatu yang sulit,”pungkasnya.

Partai Perindo Siap Berlari Menuju Pemilu 2019

YOGYAKARTA – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Perindo DIY telah memenuhi semua kepengurusan tingkat ranting atau desa sehingga bisa langsung melakukan verifikasi faktual. Sebagai partai baru, Perindo memiliki target salah satu partai besar.
”Tanggung jawab pengurus benar-benar kami pertaruhkan untuk bisa menempatkan Perindo menjadi partai besar di Pemilu 2019 mendatang," kata Ketua DPW Perindo DIY Nanang Sri Roekmadi seusai pembukaan Musyawarah Kerja Wilayah DPW Perindo DIY di Kaliurang, Pakem Sleman, Yogyakarta Minggu (30/10/2016).
BERITA REKOMENDASI

Untuk mewujudkan ambisi itu, DPW Perindo DIY yang baru bekerja efektif 20 hari ini langsung melakukan konsoldasi internal. Salah satu prestasi yang dirah saat ini sudah terbentuk kepengurusan hingga tingkat kecamatan di seluruh kabupaten/kota di DIY.
"Untuk itu, konsolidasi internal sangat penting dan kami memang berlari menuju Pemilu 2019 mendatang,” ujar Nanang.
Meski diakui Nanang, Perindo DIY paling akhir dibanding wilayah lain, namun pihaknya optimis bisa memberikan partai Besutan Hary Tanoesoedibjo warna. Hal itu sesuai dengan tema Muskerwil 'Dari Yogya Perindo Bergerak Menuju Pemilu 2019'.
Dalam acara tersebut, hadir jajaran pengurus pusat DPP Perindo, seperti Sekjen Ahmad Rofiq serta Ketua DPP Bidang Organisasi Syafril Nasution. Dalam pemaparannya, Ahmad Rofiq menyampaikan jika di pengurusan kali ini DIY muncul wajah baru, namun ia yakin bisa bersaing.
”DIY merupakan provinsi strategis, bagian mercusuar bagi Perindo. Makanya kita targetkan Perindo bisa ambil kursi untuk DPR, DPRD Provinsi dan kabupaten semaksimal mungkin,” ujarnya
Dijelaskannya, Hary Tanoe panggilan akrab Hary Tanoesoedibjo melakukan pemantauan langsung perkembangan partai.  ”Itu semua dilakukan Pak Hary Tanoe karena berpolitik merupakan bagian pengabdian kepada masyarakat,” bebernya.
Selain itu, menurut Ahmad Rofiq, kader Perindo harus bahu membahu bekerja untuk masyarakat, karena kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia merupakan tujuan utama. Politik Partai Perindo adalah politik kesejahteraaan.
"Kuncinya kesejahteraaan terlebih dahulu, maka korupsi dan lain lain akan hilang. Kebijakan bukan ditransaksionalkan tapi kebijakan bagian dari pengabdian,” katanya
Sementara Ketua DPP Perindo Bidang Organisasi Syafril Nasution berharap, pengurus DPW Perindo DIY harus bekerja keras untuk membentuk kepengurusan tingkat desa hingga 100 persen. Bahkan, bisa membentuk kader tingkat TPS seperti di Jawa Barat dan juga Jawa Timur. "Artinya kepengurusan bisa mengakar hingga desa di seluruh Indonesia," ujarnya.
Perindo sendiri, menurut dia, untuk kepengurusan memiliki target lebih dari target KPU. Hal itu bertujuan agar Perindo bisa menyerap aspirasi sampai ke akar rumput. ”Target kita memang lebih dari KPU, baik provinsi, kabupaten, kecamatan, desa dan TPS akan kita lakukan," ulasnya.
Sebagai bentuk perwujudan penghargaan dari Perindo, hari ini Perindo DIY memberikan penghargaan kepada tokoh-tokoh yang memiliki kepedulian dan tokoh inspiratif. Di antaranya adalah pemerhati seni tradisional Nano Asmorondono, Wahono, peternak cacing dan juga ikan sidat, gandung, petani salak pondoh, Winarno peternak sapi perah yang juga binaan Perindo DIY, dan Abiyoto tokoh masyarakat, penasihat warga Lampung di Yogyakarta.

Bupati Emil dan Wakilnya di Hari Libur, Periksa Dokumen dan Rayakan Ultah Anak



Trenggalek - Emil Elestianto Dardak memiliki pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Bupati Trenggalek yang masih muda ini harus ngebut hingga nyaris tak memiliki waktu untuk liburan bersama keluarga.
Emil yang terpilih bersama pasangannya M Nur Arifin memang memiliki tanggungjawab berat. Pasangan yang sama-sama memiliki istri cantik itu harus membuktikan bahwa pemimpin muda mampu dan bisa bekerja membangun Trenggalek.
Sang istri bersama anak sulungnya menemani Bupati Emil di hari libur/Foto: Budi SugihartoFoto: Budi Sugiharto
Sang istri bersama anak sulungnya menemani Bupati Emil di hari libur/Foto: Budi Sugiharto
Saat ditemui detikcom, Emil baru saja tiba di rumah dinas yang sekaligus menjadi ruang kerjanya, Minggu (30/10/2016). Ia baru saja pulang takziah kerabat anakbuahnya yang meninggal dunia.
"Saya baru tahu kalau menjadi bupati itu ternyata tidak ada hari liburnya," kata Emil saat mmebuka bincang-bincangnya dengan detikcom.
Namun, peraih doktor termuda se Asia Pasifik yang memperistri artis Arumi Bachsin tetap bertekad membagi waktu untuk masyarakat Trenggalek dan keluarga tercintanya.
Emil yang mengenakan busana kasual, celana jeans dan kaos lengang panjang tetap memeriksa berkas dokumen yang di atas meja kerjanya.
Ketika Emil memeriksa berkas surat yang harus ditandatangani, istrinya mengasuh kedua anaknya yang masih balita, Lakeisha Ariestia Dardak dan Alqienan Mahsyirputro Dardak.
"Melihat anak-anak bermain, saya cukup bahagia," ungkap Emil.
Namun Arumi Bachsin yang sudah meninggalkan dunia artis tetap merasa 'kesepian' ketika sang suami bertugas cukup lama mininggalkan keluarga.
Arumi mengakui, suaminya tidak mengenal waktu untuk bekerja. Sabtu kemarin, Emil mendatangi acara sarasehan dan dialog yang digelar warga dan komunitas lingkungan di Desa Wonocoyo Kecamatan Panggul, yang pulang sampai ke rumah dinas hingga Pukul 02.00 wib dinihari.
Bupati Emil di ruang kerjanya/ Foto: Budi SugihartoFoto: Budi Sugiharto
Bupati Emil di ruang kerjanya/ Foto: Budi Sugiharto
"Ya kadang merasa kok nggak pulang-pulang," ungkap Arumi Bachsin.
Namun, Arumi Bachsin akhirnya bisa memaklumi karena sang suami bekerja keras untuk kesejahteraan masyarakat dan membangun Trenggalek.
"Saya dukung penuh, tapi saya minta untuk tetap utamakan kesehatan," kata Arumi yang sudah belajar bahasa Jawa ini.
Begitupula yang dialami M Nur Arifin. Wakil bupati yang masih berumur 25 tahun ini sudah komitmen untuk saling mengisi dalam tugas sehari-harinya bersama Bupati Emil.
Namun kadang hari libur kerap tersita. Namun, hal itu bagi Arifin tak membuatnya galau. Namun berbeda dengan Sabtu (29/10/2016). Ia harus menemani keluarga karena ingin merayakan ulang tahun ke 2, anak pertamanya, Aischatin Aleshakila Mochamad.
"Saya sudah minta izin sama Pak Bupati Emil, Sabtu malam ada ulang tahun anak saya di Prigi bersama keluarga dari Surabaya yang datang ke Trenggalek," ujarnya.
Suami dari Novita Hardiny ini sengaja merayakan di Prigi, sekaligus untuk mempromosikan destinasi tersebut ke masyarakat di luar Trenggalek
Wakil Bupati M Nur Arifin dan istrinya/ Foto: Budi SugihartoFoto: Budi Sugiharto
Wakil Bupati M Nur Arifin dan istrinya/ Foto: Budi Sugiharto

"Keluarga kami nantinya memperkenalkan Prigi kepada teman-temannya," katanya saat ditemui di rumah dinas, Sabtu (29/10/2016).
Wakil bupati termuda se Indonesia yang terlihat imut ini juga selalu menyempatkan waktu untuk menyayangi istrinya. Bahkan di depan media, ia mencium pipi istrinya.
"Sayang ini kenalkan teman-teman, sini sebentar dong," panggil Arifin mesra kepada sang istri saat akan mengantar keluarga besarnya keliling Trenggalek.
Namun Arifin memastikan jika meskipun dirinya dan Bupati Emil masih tergolong muda, namun tekad besar untuk memajukan Trenggalek menjadi lebih baik dan sejahtera akan dibuktikannya.
Jika Hari Sabtu telah minta izin merayakan anaknya yang ulang tahun, namun Arifin pada Hari Minggu sudah harus ke Malang untuk hadir di sebuah seminar.
"Saya sekarang di Malang, ada seminar," kata Arifin melalui sambungan telepon, Minggu (30/10/2016).
(ugik/ugik)